FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM UIKA


Filsafat Pendidikan Islam


26 Maret 2011


Rujukan Utama

  • Buku Al-Falsafah al-Tarbiyah al-Islamiyyah karya al-Syaibani.


Pokok-Pokok Pembahasan

1. Hakikat Filsafat dan Pendidikan Islam

  • Filsafat Pendidikan Islam diambil dari istilah at-tarbiyah al-Islamiyyah yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis.

  • Pendidikan Islam berbeda dengan pendidikan sekuler.

    • Islam: teori pendidikan diambil dari wahyu (al-Qur’an dan Hadis).

    • Sekuler: teori pendidikan diambil dari rasio manusia.

  • Filsafat dapat masuk ke semua bidang, termasuk pendidikan.

  • Agama tidak bertentangan dengan filsafat.


2. Filsafat dan Ilmu

  • Perbedaan filsafat dan ilmu:

    • Filsafat bersifat abstrak, membahas hakikat dan dasar-dasar pemikiran.

    • Ilmu lebih bersifat empiris dan operasional.

  • Pada abad ke-8 hingga abad ke-13 M, tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum.


3. Pandangan Filsafat Barat dan Islam

  • Filsafat Yunani: tugas manusia adalah “menjadi manusia”.

  • Filsafat Muslim: tokoh pertama adalah al-Kindi.

  • Pandangan filsafat Barat modern: “Tuhan telah mati di hati mereka” (God is dead).


4. Epistemologi dan Kebenaran

  • Kebenaran a priori: kebenaran yang tidak menuntut pembuktian.

    • Contoh: angka 3 lebih besar dari 2.

  • Kebenaran aposteriori: kebenaran yang memerlukan bukti empiris.


5. Tasawuf dalam Pendidikan

  • Proses dalam tasawuf:

    1. Takhalli → membersihkan diri dari sifat buruk.

    2. Tahalli → menghiasi diri dengan akhlak mulia.

    3. Tajalli → tersingkapnya cahaya Ilahi dalam hati.


6. Filsafat dalam Kehidupan

  • Pertanyaan penting: Bagaimana pengaruh filsafat jika masuk ke pesantren?

  • Filsafat bisa digunakan untuk memperkuat pendidikan, namun harus diarahkan agar tidak bertentangan dengan aqidah Islam.

  • Contoh pemikiran filsafat: hubungan antara “strife” (permusuhan) dan “love” (cinta).


7. Al-Qur’an dan Logika

  • Menurut Prof. Tafsir:

    • 92% ayat al-Qur’an bersifat dhanni (dugaan kuat, interpretatif).

    • 8% ayat al-Qur’an bersifat qath’i (pasti, muhkam).

  • Seluruh isi al-Qur’an bersifat logis (masuk akal), tetapi tidak semuanya dapat dijangkau rasio manusia.

  • Ilmu bisa mengantarkan kepada keyakinan, tetapi iman bukan hanya pengetahuan.

    • Contoh: Orang kafir menemukan bukti sejarah (perahu Nabi Nuh, jejak kuda Firaun, bendungan Ma’arij), tetapi tetap tidak beriman karena agama memerlukan keyakinan, bukan sekadar informasi.


8. Catatan Tambahan

  • Matematika dianggap bagian dari filsafat, sebab itu sulit bagi anak SD.

  • Pertanyaan reflektif: Mengapa harus pendidikan Islami?


Pokok-Pokok Filsafat Pendidikan Islam

1. Hakikat Logika dan Sufi

  • Logis ada dua jenis:

    1. Logis rasional → dapat dijelaskan dengan akal.

    2. Logis supranatural → dapat diterima akal, tetapi di luar jangkauan nalar biasa.

  • Orang sufi:

    • Jarang berdoa secara formal, tetapi lebih sering bermunajat kepada Allah.

    • Contoh munajat Rabi’ah al-Adawiyah:
      “Ya Allah, semua orang sudah tidur, hanya kami yang menunggu-Mu di sini.”

    • Dzikir mereka sering berupa seruan berulang: “Ya Rabb, Ya Rabb… Ya Latif, Ya Latif…”

  • Perbedaan doa: doa orang sufi berbeda dengan doa orang ahli fiqh.


2. Tasawuf dan Karya Ilmiah

  • Imam al-Ghazali mengarang kitab Ihya’ Ulumuddin selama 9 tahun dalam masa uzlah (menyepi).

  • Bagi seorang sufi, kebaikan yang mencapai puncaknya akan melahirkan kenikmatan spiritual.


3. Hakikat Manusia dan Pendidikan

  • Tugas manusia adalah menjadi manusia.

  • Tugas pendidikan adalah membantu manusia agar bisa menjadi manusia yang sesungguhnya.

  • Oleh karena itu:

    • Sebelum mengajar, guru harus terlebih dahulu dilatih menjadi manusia.

    • Pendidikan sering gagal karena arahnya tidak fokus pada pembentukan manusia, tetapi hanya pada keterampilan teknis.


4. Sistem Pendidikan dan Kompetensi

  • Sistem pendidikan berbasis kompetensi pertama kali muncul di Amerika sekitar tahun 1956.

    • Di Amerika sistem ini kemudian ditinggalkan.

    • Ironisnya, di Indonesia justru masih berkutatQpIbadah

  • Tingkatan ibadah dapat dilihat dari motivasi manusia: hamba, buruh, wajar, senang.

7. Pendidikan Karakter Guru

  • Ada gagasan tentang mata kuliah “Pendidikan Karakter Guru”, sebagaimana bisa ada pula “Pendidikan Karakter Pebisnis” atau “Pendidikan Karakter Da’i”.

  • Hal ini menekankan bahwa guru tidak hanya butuh pengetahuan, tetapi juga pembentukan kepribadian.

8. Syarat, Tugas, dan Sifat Guru

  • Pembahasan lengkap dapat ditemukan dalam buku Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam.

  • Syarat guru dalam Islam:

    • Menyayangi murid seperti menyayangi anaknya sendiri (prihatin).

  • Syarat guru menurut Barat:

    • Utamanya adalah keahlian.

    • Tidak cacat fisik (misalnya tidak buta).

  • Konsep guru dalam Islam menekankan pada pembentukan kepribadian murid, bukan sekadar transfer ilmu.

Ruh, Qalb, dan Pembiayaan Sekolah

1. Ruh dan Qalb

  • Untuk sementara, ruh dan qalb dapat disamakan, karena esensinya sama, yaitu pusat kehidupan dan kesadaran manusia.

2. Kewajiban Mencari Ilmu

  • Dalam Islam, terdapat kaidah bahwa “mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim”.

  • Oleh karena itu, organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU) mendorong semua anak, mulai dari tingkat rendah, menengah, hingga tinggi, untuk mengenyam pendidikan.

  • Sementara itu, Muhammadiyah menekankan bahwa menuntut ilmu memang memerlukan biaya yang mahal.

3. Sekolah dan Biaya Pendidikan

  • Mengapa sekolah mahal?

    • Karena kualitas pendidikan membutuhkan fasilitas. Analogi: hotel dan restoran saja mahal, apalagi sekolah berkualitas.

  • Sumber dana yayasan Islam harus jelas agar pendidikan dapat berjalan dengan baik.

  • Oleh karena itu, diperlukan kajian khusus tentang ekonomi pendidikan dalam mata kuliah pendidikan.

4. Contoh Sejarah

  • Pada masa lalu, seperti Madrasah Nizamiyah di Baghdad, pembiayaan pendidikan tidak selalu sederhana.

  • Bahkan, sekolah bisa menjadi institusi besar yang memiliki keuntungan luar biasa; menurut kisah, madrasah ini pernah mengelola hingga 28 ton emas.

5. Konsep Ikhlas dalam Mengajar

  • Guru memang dituntut untuk ikhlas dalam mengajar.

  • Namun, ikhlas di sini bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan wajar dan natural, yaitu menjalankan tugas dengan tulus tanpa pamrih pribadi.

6. Sekolah Mahal dan Solusi untuk Orang Miskin

  • Sekolah yang bagus memang biasanya mahal.

  • Solusi untuk masyarakat miskin adalah pemberian beasiswa, agar mereka tetap bisa mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.

7. Kriteria Sekolah Bagus

  • Prestasi akademik siswa yang tinggi.

  • Siswa berperilaku baik dan tidak nakal.

  • Kedua hal ini sudah cukup untuk mengangkat nama baik sekolah di masyarakat.

8. Sumber Pembiayaan Sekolah

Ada tiga sumber utama:

  1. SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan).

  2. Hibah atau sumbangan dari masyarakat/donatur.

  3. Membuat perusahaan atau bisnis yang dikelola sekolah/yayasan.

9. Kemajuan dan Dinamika Manusia

  • Menurut Imam Prayogo (UIN Malang): “Kalau ingin maju, harus ada orang gila. Tapi jangan semua orang jadi gila.”
    Maksudnya, diperlukan orang-orang visioner yang berani berpikir di luar kebiasaan.

  • Kemajuan terjadi karena adanya hasrat ingin lepas (strife) dan hasrat ingin kembali/rindu (love).

  • Allah menciptakan manusia dengan kadar kepintaran yang berbeda-beda. Jika semua orang pintar, maka tidak ada yang benar-benar disebut pintar. Oleh karena itu, jangan menuntut semua orang menjadi sama pintarnya.



Pendidikan, Filsafat, dan Akhlak

1. Perbedaan Kemampuan Manusia

  • Manusia itu tidak diciptakan sama dalam hal kepintaran maupun kekayaan.

  • Jika semua orang pintar, maka tidak ada yang benar-benar disebut pintar. Itu sudah menjadi kodrat dari Allah.

  • Oleh karena itu, dalam pendidikan perlu memperhatikan tingkat kemampuan masing-masing siswa.

2. Filosofi Perencanaan Hidup

  • Konsep “zaujaein” mengajarkan bahwa segala sesuatu harus berpasangan dan terencana.

  • Program Keluarga Berencana (KB) dianggap penting, karena hidup memang harus memiliki perencanaan.

3. Faktor Rendahnya Mutu Pendidikan

  • Rendahnya mutu pendidikan bukan semata-mata karena pembiayaan.

  • Penyebab utama adalah lemahnya penguasaan metode pendidikan Islami.

  • Oleh karena itu, peningkatan mutu guru dan metode mengajar jauh lebih penting daripada sekadar biaya.

4. Peran Pemerintah dan Wali Murid

  • Kebijakan pemerintah yang menggratiskan sekolah dinilai kurang tepat.

  • Yang lebih penting adalah mendidik wali murid agar bertanggung jawab dan peduli terhadap pendidikan anaknya.

5. Pembinaan Siswa

  • Siswa yang cerdas saja perlu dibina, apalagi siswa yang kurang cerdas.

  • Maka, setiap anak harus mendapatkan pendampingan sesuai dengan kemampuannya.

6. Akhlak sebagai Inti Pendidikan

  • Akhlak merupakan inti dari pendidikan manusia.

  • Rasulullah ﷺ diutus untuk memperbaiki akhlak umat manusia.

  • Karena itu, akhlak harus menjadi filosofi utama dalam pendidikan dan sekolah.


Sejarah Filsafat

  1. Filsafat Yunani Kuno (650–200 SM)

    • Tokoh: Kaum Sophis (Parmenides, Protagoras, Gorgias, Heraclitus).

    • Tokoh utama: Socrates, Plato, Aristoteles (SPA).

    • Pemikiran: kebenaran bukan ditentukan oleh siapa yang berbicara (jari yang diangkat), tetapi oleh argumentasi yang benar.

    • Prinsip: kebenaran itu adalah “benar”, bukan sekadar lawan dari “salah”.

  2. Filsafat Abad Tengah (200 SM – 1600 M)

    • Disebut juga Filsafat Abad ke-8 dalam konteks Islam, karena muncul pemikiran filsafat yang dipadukan dengan agama.

  3. Filsafat Modern (1600 – 1950 M)

    • Mulai muncul rasionalisme, empirisme, dan pemikiran ilmiah.

  4. Filsafat Post-Modern (1950 – Sekarang)

    • Lebih kritis, plural, dan menolak klaim kebenaran tunggal.


Filsafat Pendidikan Islam menurut Assyaibani

Materi filsafat pendidikan Islam meliputi:
a. Pengantar, silabus, dan definisi.
b. Hakikat manusia.
c. Hakikat pendidikan Islam.
d. Tujuan pendidikan Islam.
e. Program atau kurikulum.
f. Guru, murid, dan pendidikan.
g. Proses pendidikan.
h. Proses belajar-mengajar.
i. Kelembagaan pendidikan.
j. Quiz atau evaluasi formatif.
k. Kelembagaan (penguatan struktur).
l. Evaluasi hasil pendidikan.


Sejarah dan Perkembangan Filsafat serta Sekularisasi

  1. Pengaruh Yunani ke Persia dan Irak

    • Para filosof Yunani pernah berperang melawan Persia dengan 1000 tentara.

    • Setelah itu, sebagian menetap di Persia, sehingga lahirlah para filosof Iran-Irak yang cerdas karena pengaruh gen dan budaya Yunani.

    • Iran menjadi bangsa yang solid karena memiliki tradisi tarekat, tasawuf, dan keyakinan pada imam ma’sum.

  2. Sejarah Trinitas dalam Kristen

    • Tahun 325 M: Muncul konsep Trinitas dalam agama Kristen, yaitu Allah, Roh Kudus, dan Isa.

  3. Sekularisasi dalam Seni, Agama, dan Sains

    • Abad Pertengahan: Seni tersekularisasi lebih dahulu.

    • Setelah itu, menyusul agama dan sains yang juga dilepaskan dari pengaruh gereja.

  4. Revolusi Prancis (1789)

    • Menjadi awal mula sekularisasi dalam bidang politik.

  5. Renaissance

    • Gerakan Renaissance menghidupkan kembali semangat rasionalisme Yunani kuno.

  6. Sekularisme sebagai Inti Dunia

    • Inti dari perkembangan dunia modern adalah sekularisme.

    • Semakin tinggi pendidikan seseorang, umumnya ia semakin tidak ekstrem.

  7. Filosofi dan Kebijaksanaan

    • Orang yang pintar belum tentu bijaksana.

    • Namun, jika seseorang sudah filosofis, berarti ia bijaksana, karena filsafat berarti cinta kebijaksanaan.

  8. Kemajuan Seni, Sains, dan Filsafat

    • Seni berkembang pesat setelah bebas dari agama.

    • Begitu pula sains dan filsafat, maju setelah dilepaskan dari ikatan dogma keagamaan.

  9. Filsafat Post-Modern

    • Menolak kebenaran tunggal yang hanya berdasarkan rasio.

    • Mengakui bahwa kebenaran bisa datang dari berbagai sumber: orang tua, malaikat Jibril, atau pengalaman batin.


Filsafat Pendidikan Islam (21 Mei 2011)

  1. Pendekatan terhadap Korupsi

    • Korupsi tidak cukup hanya dihukum pelakunya.

    • Yang lebih penting adalah mengubah sistem agar tidak membuka peluang terjadinya korupsi.

  2. Pola Pikir Orang Bertakwa

    • Orang-orang yang sangat bertakwa memiliki cara berpikir yang mendalam.

    • Rasulullah ﷺ pernah mengajak Abu Bakar ash-Shiddiq untuk berjihad fi sabilillah.

    • Abu Bakar menjawab: “Sudah, ya Rasulullah, ambillah semuanya.”

    • Ini menunjukkan tingkat ketakwaan yang tinggi, yakni menyerahkan sepenuhnya harta dan jiwa untuk perjuangan di jalan Allah.


Nilai Moral dalam Kisah Para Tokoh

  1. Kisah Abu Yazid al-Bustomi

    • Suatu ketika beliau membeli kurma.

    • Ternyata ada seekor semut yang ikut terbawa dalam plastik.

    • Abu Yazid kembali lagi ke pasar, bukan untuk menukar kurma, tetapi untuk mengembalikan semut itu ke tempat asalnya.

    • Ini menunjukkan betapa halus dan lembut akhlak para ulama dahulu.

  2. Kisah Umar bin Khattab

    • Umar pernah memerintahkan seseorang untuk menyembelih seekor kambing dari ribuan ekor yang dimiliki tuannya.

    • Orang itu menolak, dengan alasan bahwa Allah Maha Melihat, meskipun tidak ada manusia yang mengetahuinya.

    • Contoh ini juga menggambarkan ketakwaan dan keluhuran budi orang-orang terdahulu.

  3. Karakter Orang Dahulu

    • Orang-orang di zaman dahulu dikenal sangat lembut, penuh kejujuran, dan memiliki kepekaan moral yang tinggi.


Ilmu, Agama, dan Filsafat

  • Pertanyaan orang Barat: “Ilmu apa ini?” ketika mendengar kisah-kisah seperti di atas.

  • Hanya agama dan filsafat yang mampu menjawab pertanyaan tersebut, bukan ilmu saintifik atau komputeristik.

  • Ilmu saintifik/komputeristik sering dianggap ilmu teknis atau ilmu murahan, sedangkan agama dan filsafat justru membentuk nilai, moral, dan peradaban dunia.

  • Sayangnya, guru agama dan filsafat sering kurang percaya diri, padahal keduanya adalah fondasi utama kehidupan.


Mazhab Pragmatisme

  1. Asal-usul Pragmatisme

    • Pemikiran pragmatisme berasal dari Amerika, diawali oleh William James.

    • Pragma berarti berguna.

  2. Konsep Guna dalam Pragmatisme

    • Guna = material = hal-hal yang dekat dan praktis.

    • Menurut James:

      • Jika agama membuat seseorang menjadi benar, jujur, dan baik, maka agama itu perlu.

      • Jika tidak, maka agama dianggap tidak perlu.

  3. Perbedaan dengan Islam

    • Dalam Islam, beragama bukan karena “berguna” secara material, melainkan karena perintah Allah SWT.

    • Contoh:

      • Ibadah haji dikerjakan karena diperintahkan Allah.

      • Jika setelah itu seseorang berbuat dosa (misalnya korupsi), itu menjadi tanggung jawab pribadinya.

      • Namun kewajiban haji tetap sah dan bernilai ibadah karena diniatkan untuk menjalankan perintah Allah.


Pendidikan dan Kurikulum

  • Niat sangat penting dalam menjalankan agama.

  • Anak yang sholat walaupun masih banyak salah jangan dicela, biarkan ia belajar, karena ia sedang melaksanakan perintah Allah.

  • Prinsip akhlak: sayangilah orang yang membenci Anda.

  • Dalam menyusun kurikulum pendidikan, hati-hati agar tidak terjebak pada pragmatisme semata, karena sifatnya duniawi dan materialistis.


Islam dan Pragmatisme

  • Islam bukanlah pragmatisme.

  • Islam tidak mendasarkan amal hanya pada manfaat duniawi, melainkan pada ketaatan kepada Allah SWT.


Mazhab Konstruktivisme dalam Pendidikan

  1. Pengertian

    • Mazhab konstruktivisme adalah aliran filsafat pendidikan yang lebih menekankan pada proses pembelajaran, bukan pada penentuan mata pelajaran.

    • Dalam pembelajaran, muridlah yang diarahkan untuk membuat kesimpulan sendiri dari proses belajar.

  2. Perbandingan Barat dan Indonesia

    • Di Barat, anak-anak sudah dibiasakan untuk berbicara sejak kecil. Walaupun salah, mereka tetap didorong untuk mengungkapkan pendapat.

    • Di Indonesia, banyak siswa justru enggan berbicara, meskipun mereka mengetahui hal yang benar.

  3. Proses Belajar yang Ideal

    • Pembelajaran seharusnya melatih siswa untuk menyusun kesimpulan dari pelajaran yang mereka dapat.

    • Model pembelajaran seperti ini sejalan dengan Contextual Teaching and Learning (CTL).

  4. Contoh Konsep: “Adil”

    • Ketika mendefinisikan kata adil, semakin banyak sudut pandang dan penafsiran yang muncul, semakin memperkaya pemahaman siswa.

    • Kisah Abu Nawas tentang definisi adil dan roti menjadi ilustrasi menarik bagaimana sebuah konsep bisa ditafsirkan dengan beragam cara.

  5. Kata-Kata Abstrak yang Sulit Didefinisikan

    • Beberapa kata sebaiknya tidak didefinisikan secara kaku, melainkan dipahami secara mendalam melalui pengalaman dan refleksi.

    • Contoh: sabar, ikhlas, tanggung jawab, adil, tawakkal, dan lain-lain.


Pendidikan Inklusif

  1. Konsep Dasar

    • Pendidikan inklusif berasal dari gagasan “Education for All”: pendidikan harus melayani semua orang tanpa terkecuali.

    • Contoh: jika hanya ada dua siswa yang ingin belajar fotografi, maka mereka tetap harus dilayani.

  2. Prinsip “Plus” dalam Pendidikan

    • “Plus” berarti nilai tambah yang tidak ada dalam kurikulum resmi, tetapi diberikan melalui kebiasaan atau kegiatan tambahan.

    • Contoh:

      • Memberi plus berupa sarapan bubur kacang hijau bagi siswa setelah shalat dhuha.

      • Bagi murid tertentu, plus bisa berupa bidang keilmuan khusus, misalnya filsafat bagi Muthahhari.

  3. Hidayah sebagai Logika

    • Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, hidayah dapat dipahami sebagai sejenis logika yang mengarahkan manusia menuju kebenaran.

  4. Inklusif sebagai Jalan Pendidikan

    • Jika ingin berbicara tentang “plus” dalam pendidikan, maka jalan yang paling tepat adalah melalui pendidikan inklusif.



Catatan tentang Pendidikan, Karakter, dan Filsafat

1. Beban Belajar dan Pertumbuhan Anak

  • Pesantren tertentu, seperti PP. Zaitun, pernah mengalami penurunan peminat karena sistemnya overloading (terlalu membebani siswa).

  • Beban belajar yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan perkembangan anak.

2. Tempat dan Lembaga Pendidikan

  • Tempat pendidikan:

    1. Rumah tangga

    2. Masyarakat

    3. Sekolah

  • Lembaga pendidikan:

    • Non formal → kurikulumnya tidak diarahkan untuk mencetak warga negara.

    • Formal → kurikulumnya menyiapkan warga negara melalui mata pelajaran inti, yaitu:

      1. Matematika

      2. IPA

      3. IPS

      4. Bahasa Indonesia

      5. Agama

      6. PKN

      7. Bahasa Inggris

  • Bentuk mendidik/kinerja:

    • Informal

    • Formal

Catatan: Dulu rumah tangga adalah pendidikan pertama dan utama, namun sekarang perannya semakin berkurang.

3. Kepemimpinan dan Kreativitas dalam Pendidikan

  • Inti agar sekolah menjadi bagus terletak pada kepemimpinan kepala sekolah (manager).

  • Kultus (pengkultusan berlebihan) adalah musuh dari kreativitas.

  • Kharisma kyai memiliki kelebihan dan kekurangan:

    • Positif: dapat mengayomi santri di pesantren.

    • Negatif: jika terlalu dominan, bisa mematikan kreativitas santri.

4. Pendidikan Karakter dan Akhlak

  • Masalah utama pendidikan di Indonesia adalah akhlak/karakter.

  • Jika masih hanya mengandalkan metode ceramah, maka pembentukan akhlak tidak akan berhasil.

  • Cara efektif membentuk akhlak:

    1. Keteladanan

    2. Motivasi

    3. Pembiasaan

Catatan: Inilah sebabnya hadits Nabi pendek-pendek — mudah diingat dan dipraktikkan.

5. Peran Kalbu dan Spiritualitas dalam Pendidikan

  • Kalbu adalah pusat kendali kehidupan, sehingga harus selalu dijaga agar tetap hidup.

  • Ada dosen yang bahkan menjadikan pertanyaan tentang kalbu sebagai salah satu indikator dalam ujian disertasi.

  • Konsep Value Memes (V-Memes): “iman di dalam kalbu” → iman yang kuat akan mampu memecahkan problematika kompleks kehidupan.

6. Catatan Tambahan

  • Dalam sejarah, jika pejuang kalah (misalnya “NII”), biasanya mereka akan membentuk generasi baru, kaderisasi, dan organisasi penerus.

  • Dalam menulis, awal tulisan menentukan kualitas akhir tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM VERSI TASAWUF

MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM